Jenis dan Karakteristik Bahan Pakaian

Katun
Katun terbuat dari 100% serat kapas alami, memiliki tekstur yang halus, adem, dan mudah menyerap keringat. Kain jenis ini paling cocok dipakai pada daerah yang mempunyai iklim tropis. Ada beberapa jenis katun combed yang beredar dipasaran yakni 20s, 24s, dan 30s, jenis tersebut biasanya berdasarkan jenis benang yang digunakan serta ukuran gramnya (gr/m2). Kain combed 20s paling tebal, 24s medium, dan 30s paling tipis. Kain kombed 20s diklaim paling banyak digunakan dan menjadi bahan kaos utama distro karena harganya terjangkau dan nyaman untuk dipakai.

Polyester  (mirip katun)
Polyester bisa dikatakan sebagai katun dengan kualitas rendah yang dibuat dari serat sintetis atau serat buatan.  Namun, bahan jenis ini tidak sedingin katun, biasanya lebih keras atau kaku. Polyester mudah kusut dan mudah luntur untuk yang berwarna ketika dicuci. Kelebihan bahan jenis ini harganya lebih bersahabat, namun ia tidak dapat menyerap keringat. Akan lebih baik untuk tidak memakai pakaian dengan jenis bahan ini ketika suhu sedang panas.

Fleece (mirip wol)
Fleece hampir menyerupai benang wol, atau biasa dikenal sebagai imitation wool. Biasanya digunakan sebagai bahan pakaian pada bagian dalam agar lebih hangat, namun lebih sering digunakan sebagai bahan untuk pembuatan jaket, sweater, maupun celana kain. Kemampuan breathability kain fleece cukup baik sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara pada saat digunakan, itulah mengapa kain fleece tetap terasa ringan walaupun dipakai saat berkeringat. Fleece juga  mampu menguapkan keringat melalui pori-pori kain dengan cepat.  Kain ini sangat cocok dipakai sebagai mid layer dan penggunaannya dapat disesuaikan dengan ketebalan bahan.

Spandex
Spandex merupakan jenis kain yang terbuat dari serat sintesis polymer dan diciptakan untuk menggantikan karet. Oleh karena itu jenis kain ini memiliki elastisitas yang baik seperti karet. Bahan ini tergolong kuat, sangat umum digunakan sebagai bahan pakaian dan memiliki pori-pori yang mampu menyerap keringat. Hati-hati bagi wanita yang memakai jilbab ketika memilih baju dengan jenis kain spandex, karena sifat kelenturannya mengakibatkan pakaian dengan bahan spandex jika dikenakan akan mengikuti lekukan tubuh.

TC (Teteron Cotton)
Kain jenis TC merupakan jenis kain yang terbuat dari kombinasi 35%  katun dan  65%  polyester. TC kurang bisa menyerap keringat, sehinga tidak direkomendasikan untuk memakai pakaian dengan kain jenis TC pada saat suhu panas. Namun, kelebihan bahan ini tidak mudah kusut dan melar meski sudah sukup lama dipakai.

Drill
Selain TC, jenis kain yang terbuat dari kombinasi katun dan polyester adalah kain Drill. Jenis kain ini merupakan kain yang dipintal dengan serat berbentuk miring atau diagonal dan memiliki jalinan benang yang kuat. Kain ini paling umum digunakan sebagai pakaian dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seragam kantor lainnya.

Hyget
Jenis kain yang juga terbuat dari paduan katun dan polyester adalah hyget, namun lebih tipis. Kain jenis ini diklaim sebagai kain paling murah, memiliki tampilan mengkilap, sedikit panas, namun tidak mudah kusut. Biasanya digunakan untuk pembuatan kaos massal pada Pemilu.

Sifon
Sifon merupakan jenis kain yang sangat tipis, ringan, dan juga transparan. Terbuat dari perpaduan bahan sutra, katun, nilon, polyester atau rayon. Bahan jenis ini tidak menyerap keringat. Sangat cocok digunakan untuk gaun malam dan pakaian formal. Tidak hanya digunakan untuk baju, kain sifon juga sering digunakan sebagai gorden, tirai atau kanopi tempat tidur, dan berbagai jenis aksesoris lain.

Rayon
Jenis kain yang berbahan dasar dari serat kayu. Memiliki tekstur agak sedikit licin, mengkilap, dan jatuh. Bahan jenis ini mudah menyerap keringat dan adem, sehingga nyaman dipakai dalam berbagai cuaca. Umumnya digunakan untuk pembuatan kemeja.

Denim
Bahan jenis ini biasa kita temui pada celana yang dikenal dengan celana jeans, atau biasa juga digunakan untuk jaket dan pakaian lain. Denim bisa juga disebut sebagai kain jeans terbuat dari katun will yang merupakan material kain yang sangat kokoh.
Rajut
Kain rajut terbuat dari proses merajut benang menjadi kain dan merupakan jenis kain yang mempunyai elastisitas cukup tinggi karena jeratan-jeratan (loop) pada kain tersebut.  Bahan ini sangat cocok digunakan pada saat musim dingin. Karena tidak dapat menyerap keringat, maka kain jenis ini tidak cocok digunakan ketika cuaca panas.
Twistcone
Merupakan jenis kain yang mirip dengan kain sifon, namun lebih tebal dan berat sehingga tidak tembus pandang. Kain twistcone mempunyai kesan jatuh di badan, tidak menyerap keringat, namun tidak meninggalkan bau badan seperti kain sifon.

Sutra
Kain sutra terbuat dari kepompong ulat sutra yang memiliki tekstur sangat lembut, halus, dan tidak licin. Kain jenis ini sangat nyaman digunakan karena dapat menyerap keringat. Daya tarik  sutra karena mempunyai rupa berkilauan yang berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat sutra, sehingga sutra dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut.

Jersey
Kain jersey adalah kain dari jenis tekstil rajutan dan terbuat dari katun full atau bisa juga katun dengan campuran sintetis. Bahan jersey merupakan kain cotton strech, dengan permukaan yang halus, lebih tebal dari spandek rayon dan tidak berbulu.

Balotelli
kain balotelli ini mempunyai karakteristik yang istimewa sehingga banyak disukai dan dipakai sebagai bahan pembuat pakaian. Dengan ciri serat kain yang rapat, tidak menerawang, sifatnya lemas jatuh, bahannya tebal namun ringan ketika dibawa dan adem ketika digunakan merupakan beberapa kelebihan dari kain ini. Dengan sifat diatas ini membuat kain balotelli memiliki karakter yang sangat cocok untuk dibuat hijab, gamis, jubah dan busana muslim lainnya.

Balodior
Balodior adalah jenis bahan balotelli yang memiliki corak atau motif. Jadi penampakannya mirip sama jenis balotelli polos.

Bedanya, balodior ini lebih halus & lebih flowy alias gak sekaku balotelli polos. jenis seratnya sama dengan yg polos.


Wolfis 
Bahan Wolfis adalah salah satu jenis bahan kain yang terbuat dari campuran kain sutra, katun dan tambahan serat sintetis. ... Biasanya bahan wolfis ini memiliki ketebalan dibawahnya bahan jersey sehingga relatif lebih ringan dan tipis. Meskipun demikian, kain woolpeach memiliki kelebihan tidak tembus pandang.

Bahan baby terry
Bahan baby terry adalah bahan kain yang terbuat dari serat kapas dan memiliki keistimewaan serta keunikan tersendiri, dibandingkan dengan jenis lainnya. Keistimewaannya adalah terletak pada teksturnya yang sangat lembut dan nyaman ketika dipakai, serta tidak mudah membuat kulit teriritasi.

Rubiah
Bagi kaum hawa khususnya hijaber pasti sudah tidak asing lagi dengan kain rubiah ini. Kain yang memiliki tekstur unik ini teryata sangat digandrungi kaum hawa untuk digunakan baik jilbab maupun gamis.

Keunikan yang menjadi ciri khas dari kain rubiah ini adalah memiliki bintik bulu/serabut benang secara teratur yang membuat kain ini terlihat sangat eksotik. bintik Serabut atau bulu yang tersusun teratur ini dihasilkan dari proses penenunan dengan mengadopsi system dobby.  Karakteristik lain dari kain ini adalah terawang,tipis, dan halus.

Tauhkah anda jenis bahan kain linen rubiah yang ada dipasaran didominasi oleh produk import china, tetapi kini bahankain.com sudah mampu memproduksi kain ini sendiri dengan kualitas yang tak kalah dengan produk import.


Lalu terbuat dari material apa kain rubiah ini? Kain ini dibuat dari bahan yang sama dengan kain katun ero bisa dikatakan kain ini adalah pengembangan dari katun ero.

Satin
Kain Satin adalah jenis kain yang ditenun dengan menggunakan teknik serat filamen atau weave sehingga memiliki ciri khas permukaan yang mengkilap dan licin. Bagian dalam atau belakang permukaan satin licin atau mengkilap, sebaliknya di sisi satunya tidak licin dan tidak mengkilap. Banyak yang mengira satin adalah nama bahan kain, padahal sebenarnya satin adalah tehnik tenun kain. Satin mulai dikenal di Eropa pada awal abad ke-20, setelah lebih dahulu mengenal kain sutera yang berasal dari Tiongkok. Walaupun satin dan sutera memiliki beberapa ciri khas yang mirip, keduanya menggunakan bahan serat yang berbeda.

Kain satin memiliki permukaan yang mengkilap dan licin di satu permukaan, ini yang membedakan antara kain satin dengan kain sutera, kalau kain sutera kedua sisinya licin kalau kain satin hanya satu sisi yang licin/ mengkilap.

Dilihat dari tampilan, kain satin terlihat mewah, elegant serta terlihat mahal karena permukaan bahannya yang berkilau serta mengkilap, sehingga bahan satin ini banyak digunakan untuk acara resmi maupun menghadiri pesta.

Crepe
Kain crepe memiliki sifat yang lentur dengan tekstur yang permukaanya kelihatanya nampak berpasir atau berkerikil, kasar atau terlihat berkerut. Meski permukaanya terlihat kasar atau berkerut, namun jika dipegang teksturnya akan terasa lembut.
Permukaan kasar tersebut adalah hasil dari sebuah proses tenun. Beragam proses yang dilakukan tersebut. Bisa jadi dengan proses tenun yang ketat. Atau mengikat erat serat kain secara melingkar, sebelum sebelum proses tenun dilakukan lalau dijalankan dengan proses tenun yang acak. Dan ada juga dengan menambah bentuk-bentuk timbul tertentu atau biasa dikenal dengan proses emboss pada sebuah kain yang telah jadi menggunakan alat khusus.
Ada banyak serat kain yang bisa menghasilkan kain crepe, beberapa serat tersebut, diantaranya adalah : Serat Sutra Asli yang dihasilkan oleh ulat atau biasa dikenal dengan nama Silk. Sutra Buatan dari bahan yang bersifat sintetis atau Silk-Like. Serta serat Katun.

Kain Waffle
Secara umum Kain Waffle atau Wafel adalah salah satu jenis kain yang rajutannya bertekstur seperti kulit jeruk, Dahulu disebut kain kulit jeruk karena permukaanya yang tidak rata. Karakternya menyerap keringat karena terbuat dari katun. 

Pada beberapa jenis kain Wafel dibuat dengan campuran polyster sehingga dapat diberi motif. Bahan ini juga biasa dikatakan kain Honey Comb / sarang lebah, rajutanya renggang tidak padat rata seperti COMBED. 

Karakternya yang lain adalah tebal dan berbobot. Meski berbobot tapi kain ini tidak jatuh seperti bahan SPANDEK jersey STELA. Gramasinya antara 24 dan 20s bahkan bisa lebih berat.

Maxmara
Bahan kain Maxmara adalah kain yang mirip dengan kain Satin. Namun, kain Maxmara memiliki tekstur yang lebih lembut, adem dan nyaman di kulit.

Ketika diraba, bahan maxmara akan terasa lembut. Selain itu, bahan maxmara cocok digunakan pada cuaca panas karena tidak akan membuat anda kegerahan atau kepanasan.

Khosibo
Kain koshibo merupakan sejenis kain woven fabric yang terbuat  dari serat polyester / 100% polyester. Serat polyester tersebut diciptakan dari bahan-bahan kimia tertentu yang diproses hingga berbentuk cairan kental dan dimasukkan kedalam mesin melt spinning untuk dijadikan serat polyester.

Karena termasuk kedalam jenis woven fabric, maka bisa dipastikan jika bahan kain ini dibuat dengan teknik woven/tenun dan bukan knitting atau rajut.

Kain Koshibo ini texturnya lembut, berkarakter crepe dengan efek berpasir. Dan bersifat breathable, artinya udara masih bisa masuk melalui serat2 kain sehingga pemakainya tidak merasa panas.


Kain kashibo termasuk kedalam kategori kain yang light-weight hingga mid-weight (ringan hingga sedang beratnya). Jadi ketebalan produk koshibo yang dijual ditoko kain bisa berbeda2, tergantung kualitas produksi dari masing-masing kain.

Bubble
Kain bubble memiliki serat kain yang padat. Jenis kain ini memiliki tekstur timbul tenggelam dan elastis. Selain itu warna kain bubble biasanya cenderung pada nuansa pastel.

Bahan bubel adalah bahan kain yang sangat modis, sangat ringan dan lembut, ini kain krep bertekstur sangat cocok untuk blus trendi, syal, gaun modis dan rok dengan lapisan. kain krep ini memiliki penampilan redup, seperti Crepe Georgette, namun memiliki tenunan yang  halus.

Twiscone
Kain twiscone adalah kain yang mirip dengan kain sifon, tetapi lebih tebal, berat, dan berkarakter halus. Kain merupakan bahan buatan fleksibel yang diciptakan dari jaringan serat alami atau buatan. 

Kain twistcone yang memiliki karakteristik ringan, lembut dan jatuh. Dibandingkan dengan bahan hycon dan sifon, kain twiscone mempunyai serat yang lebih padat. Jika diamati secara detail struktur penyusun atau jalinan benang pada kain tekstil tersebut akan tampak seperti twisted (kepang).